Tips Memasak Agar Gizi Dalam Makanan Tidak Hilang

informasi masak sehat

Proses pengolahan dan penyimpanan bisa membuat gizi pada bahan makanan hilang atau rusak. Karena itu, perlakukan bahann makanan sebaik mungkin, jangan asal memasukkannya ke lemari pendingin. Cara mengolah makanan berpengaruh terhadap kualitas nutrisinya. Nilai gizi makanan segar lebih baik ketimbang yang dibekukan, tetapi gizi makanan beku masih lebih baik dibanding makanan kalengan. Sayuran yang dibekukan sesaat setelah dipanen berisi lebih banyak vitamin daripada sayuran segar yang langsung diangkut melintasi wilayah untuk dipasarkan.

Memasak dengan sehat sebenarnya mudah untuk dilakukan. Anda dapat berkreasi dalam memodifikasi menu makanan dengan alternatif yang lebih sehat. Misalnya dengan menggunakan alat masak antilengket untuk mengurangi kebutuhan minyak goreng atau mentega.

Berikut Cara Memasak Agar Gizi Dalam Makanan tidak Hilang :

  • Merebus
    Proses merebus makanan tidak memerlukan minyak. Apabila merebus daging, maka lapisan lemak di bagian atas air rebusan dapat dengan mudah disingkirkan. Kuah sup yang dihasilkan dari metode rebusan juga kaya akan rasa dan kandungan gizi dari makanan pun tidak hilang.
  • Memanggang
    Ketika memanggang, kelebihan lemak yang ada di makanan akan keluar. Proses ini juga tidak memerlukan minyak untuk memasak. Rasa dan aroma makanan lebih renyah dan wangi.
  • Mengukus
    Mengukus tidak memerlukan minyak, kematangan makanan lebih merata, kemudian rasa dan nutrisi makanan pun tidak hilang. Untuk sayuran, lebih banyak kandungan gizi yang terjaga dengan metode mengukus dibandingkan dengan merebus.
  • Memasak dengan panci tekan
    Memasak dengan panci tekan (pressure cooker) atau presto dapat memperpendek waktu masak. Selain itu rasa dari makanan juga tidak hilang. Metode ini cocok untuk daging, buah, dan kacang-kacangan.
  • Menumis
    Menumis makanan hanya memerlukan sedikit minyak sehingga mengurangi kelebihan lemak dan kalori dari minyak. Umumnya menumis hanya membutuhkan waktu sebentar, sehingga kandungan gizi dalam makanan tidak rusak. Metode ini cocok untuk sayur dan daging, serta memudahkan untuk memantau daging agar tidak terlalu matang.
James Siregar:
Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.