6 Fakta Menarik Dari Nasi Yang Dianggap Sekedar Mitos

Belum makan namanya jika belum makan nasi. Kalimat itu biasa terlontar dari warga Indonesia kebanyakan. Memang, negara kita adalah negara yang menganggap bahwa nasi adalah makanan pokok sehingga kehadirannya biasa memenuhi meja makan para keluarga di seluruh Indonesia.

Di balik ketenarannya sebagai makanan pokok, nasi mempunyai berbagai macam fakta menarik yang dianggap sekedar mitos. Padahal, hal tersebut benar adanya dengan kandungan gizi yang sudah terbukti mampu memberi manfaat bagi anda. Berikut adalah 6 fakta menarik dari nasi yang dianggap sekedar mitos:

1. Nasi bisa mendongkrak mood.
Karbohidat mendukung produksi serotonin, senyawa kimia dalam otak yang menimbulkan rasa senang. STudi dari Archibes of Internal Medicine menunjukkan bahwa orang yang menjalani diet rendah karbo yang berat selama setahun, cenderung mengalami depresi, mudah gelisah dan mudah marah.

2. Nasi membantu mencegah berat badan naik
Bahkam, membantu menurunkan berat badan. Kok bisa? Yang pasti, peneliti dari Brigham Young University di Utah, AS, mendapati bahwa mreka yang meningkatkan asupan seratnya secara umum akan mudah kehilangan berat badan. Hal ini terjadi pada perempuan paruh baya yang dimonitor pola makannya selama dua tahun. Sebaiknya, perempuan yang menolak asupan serat dari makanannya justru berat badannya meroket drastis.

3. Nasi baik untung jantung
Dengan meningkatkan asupan serat yang mudah larut (yang bisa ditemukan dalam makanan tinggi Karbohidrat seperti oatmeal dan kacang polong) sebanyak 5-10 gr perhari, anda akan menurunkan kadar kolestrol jahat dalam tubuh anda hingga 5 persen Mereka yang biasa mengonsumsi gandum utuh juga cenderung memilki kadar kolestrol jahat lebih rendah.

4. Nasi membantu merampingkan lingkar pinggang
Mengonsumsi gandum utuh membantu mengurangi lemak tubuh dan lemak perut, demikian menurut penelitian yang dimuat dalam Journal of Nutrition. Di dalam studi tersebut dikatakan bahwa orang dewasa yang makan sekitar tiga porsi gandum utuh sehari, memiliki lemak tubuh 2,4 persen lebih sedikit, dan lemak perut 3,6 persen lebih sedikit daripada mereka yang makan kurang dari seperempat porsi biasa.

5. Nasi membantu mempertajam daya ingat
Perempuan dengan berat badan over yang menjalani diet rendah karbo selama seminggu (tidak mengkonsumsi nasi sama sekali) ternyata mendapatkan nilai yang buruk dalah tes memori. Nilai mereka juga berkurang dalam tes mengingat lokasi dalam peta daripada mereka yang mengikuti diet rendah kalori. Inilah merupakan petunjuk American Dietetic Association, yang terungkap dari studi Tufts University.

6. Nasi membantu memecah lemak
Sarapan dengan nasi yang sifatnya tidak menaikan gula darah dengan cepat seperti oatmeal atau sereal bekatul, 3 jam sebelum anda beraktivitas berat, akan membantu anda membakar lemak lebih besar dari bbiasanya. Hal ini dipertajam oleh sebuah studi dari Journal of Nutrition. Kedua jenis makanan tersebut, seperti juga kentang dengan kulitnya, roti gandum, pastia dari gandum atau kacang polong, tidak menyebabkan gula darah melonjak drastis secepat anda mengonsumsi roti tawar putih atau nasi putih. Sebaliknya, tingkat insulin tidak meningkat cepat, dan karena insulin berperan memberi tanda bahwa tubuh menyimpan lemak, memastikan tingkat insulin yang ada lebih renda dan akan membantu anda membakar lemak dalam tubuh.

James Siregar:
Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.